Lokasi saat ini:BetFoodie Lidah Indonesia > Kabar Kuliner
BPOM ajak Universitas Tsinghua berkolaborasi kembangkan ATMP
BetFoodie Lidah Indonesia2026-03-02 16:27:24【Kabar Kuliner】788 orang sudah membaca
PerkenalanKepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar menyampaikan kuliah umum kepada mahasaisw

Beijing (ANTARA) - Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar mengajak mahasiswa, peneliti, dan industri di Universitas Tsinghua, Beijing, China, berkolaborasi dalam pengembangan Produk Obat Terapi Lanjutan(Advanced Therapy Medicinal Products/ATMP) di Indonesia.
"Kami ingin mengembangkan sains dan teknologi ke tahap lebih besar melalui konsep ABG: akademia, bisnis, dan government.Universitas Tsinghua, sebagai salah satu kampus terbaik di China, bisa bekerja sama dengan BPOM, termasuk transfer teknologi untuk dikembangkan di Indonesia," kata Taruna kepada ANTARA, Selasa (4/11).
Pernyataan itu Taruna sampaikan usai memberikan kuliah umum berjudul Regulatory Policy and Advanced Therapy Medicinal Products (ATMP) and Strategies to Accelerate Access to Innovative Medicinesdi Tsinghua.
Kuliah umum tersebut dihadiri sekitar 150 mahasiswa, dosen, peneliti, dan pelaku usaha bidang kesehatan.
ATMP adalah produk medis berbasis sel atau jaringan yang digunakan untuk pengobatan, pencegahan, atau diagnosis penyakit. Produk ini meliputi terapi sel, terapi gen, dan rekayasa jaringan, termasuk stem cell, sekretom, dan terapi gen.
Taruna menekankan pentingnya uji klinis sebagai pintu masuk pengembangan ATMP.
"Uji klinis memastikan keamanan, kualitas, dan kemanfaatan produk. Uji pra-klinis dilakukan dulu pada hewan, baru manusia," jelasnya.
Ia menambahkan, uji klinis juga membuka peluang investasi, termasuk pembangunan pabrik obat di Indonesia, dan peserta uji klinis memperoleh kompensasi finansial. Bila lolos, BPOM akan menerbitkan izin edar sehingga produk bisa digunakan masyarakat.
Taruna menyebut, 94 persen bahan baku obat di Indonesia masih impor, terutama dari China dan India.
"Gangguan impor bisa menimbulkan krisis obat. ATMP berbasis biologi menjadi harapan baru, karena saat ini 65 persen obat berbasis biologi," kata Taruna.
BPOM telah mengatur ATMP melalui Peraturan BPOM Nomor 8 Tahun 2025 tentang Pedoman Penilaian Produk Terapi Advanced dan Peraturan Nomor 18 Tahun 2022 tentang Cara Pembuatan Obat Berbasis Sel dan Jaringan Manusia.
Produk yang mengalami manipulasi melebihi standar atau digunakan untuk tujuan non-homolog wajib mendapat izin edar BPOM.
Suka(5)
Artikel Terkait
- Ahli Gizi sebut pentingnya pemberian MBG yang disertai dengan edukasi
- Formula Prabowo dari APEC Gyeongju untuk dunia
- Pengamat: Kopdes Merah Putih modal untuk bangun ekonomi berbasis lokal
- Cari pengganti susu sapi? susu kambing bisa jadi pilihan sehat
- Puncak musim hujan tiba, ini dampak cuaca yang perlu diwaspadai
- Album Asia: Laos sambut Festival That Luang
- FAO beri penghargaan pada Sistem Warisan Pertanian Global
- Kemarin, tambang ilegal hutan Sekotong dan insentif guru honorer naik
- Mewujudkan ekonomi berkeadilan tanpa tambang
- Sembilan SPPG di Bangli Bali kantongi SLHS
Resep Populer
Rekomendasi

Anggota DPR dukung perluasan MBG dengan pembenahan

Manfaat Azelaic Acid untuk wajah, bikin kulit cerah & anti flek hitam

Baznas RI terjunkan tim bantu warga terdampak banjir Cisolok Sukabumi

Kemarin, alasan penerbitan PP 38/2025 hingga anggota DPR nonaktif

11 SPPG 3T di Karimun dalam proses pembangunan

Ribuan ton bantuan terkumpul dari perlintasan Gaza sejak 10 Oktober

Solar subsidi denyutkan nadi nelayan Indramayu untuk menjemput rezeki

Sudinsos Jaksel bagikan bantuan makanan untuk penyintas banjir