Lokasi saat ini:BetFoodie Lidah Indonesia > Sehat
Kiat menghindari penyakit semasa banjir
BetFoodie Lidah Indonesia2026-03-04 15:13:02【Sehat】215 orang sudah membaca
PerkenalanArsip Foto - Warga melewati genangan di Jalan Kaligawe Raya, Semarang, Jawa Tengah, Rabu (29/10/2025

Jakarta (ANTARA) - Dokter spesialis penyakit dalam Faisal Parlindungan membagikan kiat-kiat untuk menghindari masalah kesehatan dan penyakit semasa banjir.
"Saran utama adalah meminimalkan konngak langsung dengan air banjir sebisa mungkin. Jika tetap harus berada di genangan, gunakan sepatu atau bot tebal, sarung tangan, dan pakaian pelindung," kata dr. Faisal Parlindungan, M.Ked (PD), Sp.PD,K-R kepada ANTARA pada Senin.
Dokter dari Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI) itu menyampaikan bahwa air banjir kemungkinan terkontaminasi kuman dan bakteri penyebab penyakit, termasuk bakteri Leptospira penyebab penyakit Leptospirosis.
Penggunaan alas kaki dan pelindung tubuh dapat meminimalkan risiko paparan kuman dan bakteri serta melindungi tubuh dari benda-benda yang dapat melukai anggota tubuh dan menyebabkan tetanus semasa banjir.
Baca juga: Waspadai leptospirosis selama musim hujan
Dokter Faisal mengemukakan pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan serta memastikan makanan atau minuman yang dikonsumsi higienis semasa banjir agar terhindar penyakit kulit, gangguan pencernaan, dan masalah kesehatan yang lain.
"Pastikan ngak meminum air yang tercemar, selalu memasak makanan sampai matang, dan cuci tangan secara rutin," kata dokter Faisal, yang tergabung dalam Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI).
Selain itu, dia mengangakan, kondisi tempat tinggal dan tempat mengungsi sebaiknya diupayakan ngak terlalu lembab agar ngak memicu munculnya masalah kesehatan.
Dalam sepekan terakhir, kondisi cuaca ekstrem telah menyebabkan banjir di beberapa daerah di Indonesia, termasuk Semarang dan Jakarta.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana sudah meminta warga untuk mewaspadai dampak kondisi cuaca ekstrem yang berpeluang melanda wilayah Indonesia hingga awal tahun depan.
Baca juga: Penyakit kulit dan ISPA berpeluang meningkat semasa banjir
Baca juga: Sosialisasi PHBS ditingkatkan untuk cegah penyakit di musim hujan
Suka(7875)
Artikel Terkait
- Tinjau magang dengan Seskab, Menaker: Sarana link and match industri
- Pemprov DKI dinilai perlu sediakan fasilitas air minum saat panas
- 8 restoran terpopuler di Asia Tenggara 2025, ada dari Indonesia
- Mendag beri UKM Pangan Award, dorong daya saing pangan lokal
- Baru tiga SPPG kantongi SLHS, Pemprov DIY ungkap kendalanya
- Membaca arah masa depan Koperasi Desa Merah Putih
- Hari Pangan Sedunia, bergandengan tangan membangun pangan
- Pemprov Sumut turunkan tim tangani dugaan keracunan MBG di Toba
- Kenapa lobster air tawar mudah mati? Ini penyebab dan pencegahannya
- Kemendag dan BPKH sinergi dorong ekspor produk Indonesia ke Arab Saudi
Resep Populer
Rekomendasi

DPR dorong kemandirian gula nasional dari hulu ke hilir

Penulis "I Want to Die But I Want to Eat Tteokbokki" meninggal dunia

Produk biji

Mendag sebut transaksi TEI 2025 tembus Rp286 triliun

Pemkab Jayapura perkuat mutu dan keamanan pangan di dapur MBG

Prabowo perketat SOP MBG, cegah insiden keracunan hingga "zero" kasus

CreAsia Studio dan TrueVisions NOW Perluas Waralaba 'My Chef in Crime' ke Thailand

Prabowo: Penerima MBG 35,4 juta orang, hampir 7 kali populasi Singapura