Lokasi saat ini:BetFoodie Lidah Indonesia > Resep Pembaca
Pemkab Bantul kumpulkan pengelola SPPG untuk evaluasi MBG
BetFoodie Lidah Indonesia2026-07-04 02:51:19【Resep Pembaca】276 orang sudah membaca
PerkenalanBupati Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Abdul Halim Muslih disela menjalankan tugas di Bantul. AN

Bantul (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, segera mengumpulkan para pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di daerah tersebut untuk melakukan evaluasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi anak sekolah.
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih, di Bantul, Selasa, mengangakan langkah mengumpulkan para pengelola SPPG MBG tersebut salah satunya menindaklanjuti adanya laporan keracunan makanan yang dialami siswa yang diduga setelah menyantap makanan MBG di wilayah Kecamatan Jetis.
"Masalah Makan Bergizi Gratis ini harus terus kita evaluasi, kita pantau kita cari apa penyebab sesungguhnya, maka kita akan rapat tentang Program MBG dengan mengundang semua penanggung jawab SPPG," katanya.
Bupati menargetkan dalam waktu dekat atau dalam minggu ini dapat mengundang para pengelola SPPG di Bantul, mengenai masalah atau kendala yang dihadapi termasuk mencari solusi bila ada persoalan dalam menjalankan proyek nasional tersebut.
Baca juga: BGN perkuat pelaksanaan program MBG di Kabupaten Bantul
"Para penanggung jawab SPPG yang ada di Bantul coba kita tanya satu per satu apa problemnya, apa masalahnya, kok masih saja terjadi laporan itu (keracunan)," katanya.
Menurut dia, laporan keracunan makanan yang dialami siswa diduga usai menyantap MBG memang bukan gambaran semua SPPG, melainkan hanya beberapa peristiwa, dan bukan representasi dari semuanya.
"Ini kecelakaan, tapi bagaimanapun karena ini menyangkut kesehatan anak-anak kita, pastilah harus kita cari solusinya, kita temukan penyebabnya apa kok masih saja terjadi keracunan seperti ini," katanya.
Sementara itu, terkait dengan laporan ratusan siswa di salah satu SMA negeri di Jetis yang diduga keracunan makanan pada Jumat (31/10), Bupati mengangakan sudah dilakukan asesmen oleh pihak terkait, dan ngak ada yang perlu menjalani rawat inap.
Baca juga: Bantul awasi pemberian MBG di sekolah meski bukan kewenangan daerah
"Sudah diasesmen dan Alhamdulillah ngak ada yang perlu dirawat inap, artinya mereka yang masih muda tentu imunitas masih kuat, tapi kan kita harus mengantisipasi lebih jauh, jangan sampai ada keracunan lagi," katanya.
Suka(71)
Sebelumnya: CORE: Jelang Natal, pasokan
Selanjutnya: BPKN wajibkan pelaku usaha patuhi regulasi keamanan pangan
Artikel Terkait
- SD Negeri OO3 Penajam ajarkan kemandirian lewat program MBG
- BPOM beri izin edar insulin aspart perluas akses pengobatan inovatif
- Istana suguhkan Soto Banjar hingga mangut gindara untuk Presiden Afsel
- Wamendukbangga bagikan MBG untuk balita dan ibu hamil di Tanjungpinang
- Gibran serahkan laptop, PC, Starlink untuk empat sekolah di Manokwari
- BGN gelar bimtek penjamah makanan program MBG di Bekasi
- Unilever janji tuntaskan buyback Rp2 T dan bagikan dividen 100 persen
- Jenama perawatan kulit Bali berkomitmen kurangi limbah plastik
- Baru tiga SPPG kantongi SLHS, Pemprov DIY ungkap kendalanya
- Harga mahal, Bappenas: 40
Resep Populer
Rekomendasi

Baru tiga SPPG kantongi SLHS, Pemprov DIY ungkap kendalanya

Guangxi sambut era baru industri ulat sutra yang lebih cerdas

RI menyiapkan 500 ribu tenaga kerja terampil dikirim ke luar negeri

Akademisi Kesehatan: Anak dan lansia rentan sakit saat pancaroba

BPBD DKI sudah bersiap hadapi potensi terjadinya banjir rob

BGN: Keamanan pangan jadi kunci sukses Program Makan Bergizi Gratis

Prabowo: Indonesia

Anggota DPRD Jabar: Pengawasan Program MBG harus diperketat