Lokasi saat ini:BetFoodie Lidah Indonesia > Tempat Makan
Pemkab Bantul kumpulkan pengelola SPPG untuk evaluasi MBG
BetFoodie Lidah Indonesia2026-03-04 15:35:28【Tempat Makan】226 orang sudah membaca
PerkenalanBupati Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Abdul Halim Muslih disela menjalankan tugas di Bantul. AN

Bantul (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, segera mengumpulkan para pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di daerah tersebut untuk melakukan evaluasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi anak sekolah.
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih, di Bantul, Selasa, mengangakan langkah mengumpulkan para pengelola SPPG MBG tersebut salah satunya menindaklanjuti adanya laporan keracunan makanan yang dialami siswa yang diduga setelah menyantap makanan MBG di wilayah Kecamatan Jetis.
"Masalah Makan Bergizi Gratis ini harus terus kita evaluasi, kita pantau kita cari apa penyebab sesungguhnya, maka kita akan rapat tentang Program MBG dengan mengundang semua penanggung jawab SPPG," katanya.
Bupati menargetkan dalam waktu dekat atau dalam minggu ini dapat mengundang para pengelola SPPG di Bantul, mengenai masalah atau kendala yang dihadapi termasuk mencari solusi bila ada persoalan dalam menjalankan proyek nasional tersebut.
Baca juga: BGN perkuat pelaksanaan program MBG di Kabupaten Bantul
"Para penanggung jawab SPPG yang ada di Bantul coba kita tanya satu per satu apa problemnya, apa masalahnya, kok masih saja terjadi laporan itu (keracunan)," katanya.
Menurut dia, laporan keracunan makanan yang dialami siswa diduga usai menyantap MBG memang bukan gambaran semua SPPG, melainkan hanya beberapa peristiwa, dan bukan representasi dari semuanya.
"Ini kecelakaan, tapi bagaimanapun karena ini menyangkut kesehatan anak-anak kita, pastilah harus kita cari solusinya, kita temukan penyebabnya apa kok masih saja terjadi keracunan seperti ini," katanya.
Sementara itu, terkait dengan laporan ratusan siswa di salah satu SMA negeri di Jetis yang diduga keracunan makanan pada Jumat (31/10), Bupati mengangakan sudah dilakukan asesmen oleh pihak terkait, dan ngak ada yang perlu menjalani rawat inap.
Baca juga: Bantul awasi pemberian MBG di sekolah meski bukan kewenangan daerah
"Sudah diasesmen dan Alhamdulillah ngak ada yang perlu dirawat inap, artinya mereka yang masih muda tentu imunitas masih kuat, tapi kan kita harus mengantisipasi lebih jauh, jangan sampai ada keracunan lagi," katanya.
Suka(71)
Sebelumnya: Panduan mudah memelihara lobster air tawar untuk pemula
Selanjutnya: Mewujudkan ekonomi berkeadilan tanpa tambang
Artikel Terkait
- PBB sebut bantuan ke Gaza masih terus dihalangi
- Waspada cuaca panas, ini cara menjaga tubuh tetap sehat
- Rangkaian alergi bisa berkembang dipicu faktor eksternal
- Palestina desak penempatan pasukan internasional lindungi Gaza
- Singapura tarik produk kismis usai ditemukan alergen
- Huawei rilis Nova Flip S,ponsel lipat paling ramah di kantong versinya
- 131 dapur MBG di Kepri layani 388 ribu penerima manfaat
- BPOM: Keamanan pangan yang baik mampu dukung pertumbuhan ekonomi
- Tokopedia dan TikTok Shop komitmen dorong pertumbuhan ekonomi digital
- Kecemasan orang tua bisa memperparah alergi pada anak
Resep Populer
Rekomendasi

Warga Taiwan Berbondong

Populer, Prabowo komitmen sempurnakan MBG hingga AI jadi mapel wajib

KKP: Ribuan kontainer udang asal Indonesia boleh masuk AS

35.000 paket bantuan Indonesia untuk Palestina telah diterima warga

Gempa bumi dangkal, magnitudo 4,4 terjadi di Tarakan Kaltara

Populer, Prabowo komitmen sempurnakan MBG hingga AI jadi mapel wajib

Prabowo: Kasus keracunan MBG masih dalam batas ilmiah

Radiasi UV semakin tinggi, ini imbauan BMKG beserta pencegahannya