Lokasi saat ini:BetFoodie Lidah Indonesia > Kabar Kuliner
Ahli gizi sarankan konsumsi MBG maksimal dua jam setelah dibagikan
BetFoodie Lidah Indonesia2026-07-04 03:42:11【Kabar Kuliner】479 orang sudah membaca
PerkenalanTim ahli gizi SPPG Polda Kepulauan Babel melakukan pemorsian MBG di Pangkalpinang. ANTARA/Antara Bab

Jakarta (ANTARA) - Guru Besar Departemen Gizi Masyarakat Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) Institut Pertanian Bogor (IPB) Budi Setiawan menyarankan penerima manfaat Makan Bergizi Gratis (MBG) segera mengkonsumsi makanan maksimal dua jam setelah dibagikan.
"Jadi, makanan itu idealnya dimakan ngak lebih dari dua jam setelah dimasak, kalau memang kudapannya digoreng, itu juga harus dibatasi agar ngak dimakan siswa lebih dari empat jam," katanya dalam siniar Badan Gizi Nasional (BGN) yang diikuti di Jakarta, Rabu.
Baca juga: Wamen Isyana apresiasi SPPG libatkan ahli gizi identifikasi alergen
Budi memahami bahwa Program MBG baru pertama kali berjalan di Indonesia, sehingga baik pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) maupun katering masih melakukan penyesuaian-penyesuaian tertentu.
"Ini karena pertama kali di Indonesia, jadi dunia kuliner dan gizi itu kan baru pertama kali membuat makanan dengan kapasitas 3.000-4000 setiap hari, jadi, katering komersial juga mungkin belum pernah punya pengalaman itu," ujar dia.
Budi menekankan pentingnya pelatihan keamanan pangan bagi petugas SPPG agar mampu mengelola distribusi MBG dengan lebih baik.
Baca juga: Pakar BGN paparkan sejumlah peran ahli gizi dalam Program MBG
Baca juga: Gubernur Kepri ingatkan ahli gizi SPPG kontrol ketat pengolahan MBG
"Jadi perlu dilakukan pelatihan, khususnya keamanan pangan. Ada beberapa informasi di SPPG itu saat memasak butuh waktu yang lama, pemorsian di holding-nya juga terlewati waktunya, kemudian waktu pengantarannya juga, sehingga ada risiko bahwa makanan itu dikonsumsi terlalu lama, ini perlu jadi kritik bagi BGN," tuturnya.
Hingga November 2025, jumlah penerima manfaat MBG di Indonesia telah mencapai lebih dari 40 juta orang, dengan jumlah SPPG yang telah beroperasi lebih dari 13 ribu unit.
Suka(7379)
Artikel Terkait
- Singapura tarik produk kismis usai ditemukan alergen
- Khofifah ajak peserta PKN II sukseskan program prioritas nasional
- Pemkot Padang ingatkan SPPG disiplin jalankan prosedur MBG
- Kemendukbangga serukan sinergi atasi stunting lewat Program Genting
- Kronologi dan rangkuman fakta ledakan di SMA 72 Jakarta
- SPPG Jatijajar jadi model dapur MBG inklusif dan peduli lingkungan
- Polres Banjar siapkan posko untuk siswa korban keracunan MBG
- Dua tahun perang Gaza dalam statistik
- Nikmati menu sederhana, Diddyrayakan ulang tahun ke
- China catat pertumbuhan konsumsi yang stabil di liburan Hari Nasional
Resep Populer
Rekomendasi

Puncak musim hujan tiba, ini dampak cuaca yang perlu diwaspadai

KemenPPPA ajak semua pihak perkuat sistem perlindungan anak

Timnas Indonesia seperti “singa yang tertidur”

50 korban kebakaran rumah di Tambora Jakbar mengungsi

BPS: Konsumsi RT tumbuh 4,89 persen, disokong transportasi

WHO: Evakuasi medis dari Jalur Gaza harus dilanjutkan

Polres Banjar siapkan posko untuk siswa korban keracunan MBG

PBB Siap tingkatkan bantuan bagi warga Gaza usai gencatan senjata