Lokasi saat ini:BetFoodie Lidah Indonesia > Kabar Kuliner
Ahli gizi sarankan konsumsi MBG maksimal dua jam setelah dibagikan
BetFoodie Lidah Indonesia2026-07-04 02:54:40【Kabar Kuliner】590 orang sudah membaca
PerkenalanTim ahli gizi SPPG Polda Kepulauan Babel melakukan pemorsian MBG di Pangkalpinang. ANTARA/Antara Bab

Jakarta (ANTARA) - Guru Besar Departemen Gizi Masyarakat Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) Institut Pertanian Bogor (IPB) Budi Setiawan menyarankan penerima manfaat Makan Bergizi Gratis (MBG) segera mengkonsumsi makanan maksimal dua jam setelah dibagikan.
"Jadi, makanan itu idealnya dimakan ngak lebih dari dua jam setelah dimasak, kalau memang kudapannya digoreng, itu juga harus dibatasi agar ngak dimakan siswa lebih dari empat jam," katanya dalam siniar Badan Gizi Nasional (BGN) yang diikuti di Jakarta, Rabu.
Baca juga: Wamen Isyana apresiasi SPPG libatkan ahli gizi identifikasi alergen
Budi memahami bahwa Program MBG baru pertama kali berjalan di Indonesia, sehingga baik pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) maupun katering masih melakukan penyesuaian-penyesuaian tertentu.
"Ini karena pertama kali di Indonesia, jadi dunia kuliner dan gizi itu kan baru pertama kali membuat makanan dengan kapasitas 3.000-4000 setiap hari, jadi, katering komersial juga mungkin belum pernah punya pengalaman itu," ujar dia.
Budi menekankan pentingnya pelatihan keamanan pangan bagi petugas SPPG agar mampu mengelola distribusi MBG dengan lebih baik.
Baca juga: Pakar BGN paparkan sejumlah peran ahli gizi dalam Program MBG
Baca juga: Gubernur Kepri ingatkan ahli gizi SPPG kontrol ketat pengolahan MBG
"Jadi perlu dilakukan pelatihan, khususnya keamanan pangan. Ada beberapa informasi di SPPG itu saat memasak butuh waktu yang lama, pemorsian di holding-nya juga terlewati waktunya, kemudian waktu pengantarannya juga, sehingga ada risiko bahwa makanan itu dikonsumsi terlalu lama, ini perlu jadi kritik bagi BGN," tuturnya.
Hingga November 2025, jumlah penerima manfaat MBG di Indonesia telah mencapai lebih dari 40 juta orang, dengan jumlah SPPG yang telah beroperasi lebih dari 13 ribu unit.
Suka(647)
Artikel Terkait
- Begini cara memisahkan tulang ceker ayam agar mudah diolah
- Ahli: Hirup mikroplastik jangka panjang berisiko picu penyakit paru
- Konsumsi domestik naik, laba Unilever tumbuh menjadi Rp3,33 triliun
- 8.000 korban erupsi Lewotobi NTT masih ditanggung pemerintah pusat
- Dinkes: Waspada paparan mikroplastik dari air hujan
- Kalbar matangkan isu trategis jelang Sosek Malindo di Miri Malaysia
- BGN: Keamanan pangan jadi kunci sukses Program Makan Bergizi Gratis
- Kalbar matangkan isu trategis jelang Sosek Malindo di Miri Malaysia
- Menlu Belanda harap rencana Trump permudah akses bantuan ke Gaza
- Dinkes: 83 SPPG di Tangerang mendaftar penerbitan SLHS MBG
Resep Populer
Rekomendasi

Anggota DPR dukung perluasan MBG dengan pembenahan

TNI AU bangun dapur SPPG untuk program MBG di Yogyakarta

Warga terdampak cuaca ekstrem di Kabupaten Bekasi capai 304 orang

Gaya hidup sehat dan latihan beban bantu cegah osteoporosis

Ini kronologi lengkap temuan

Ibu Negara Brasil berpesan utamakan pangan lokal untuk kesuksesan MBG

Ombudsman temukan tabung elpiji Malaysia di dapur SPPG Tarakan

Ibu Negara Brasil berpesan utamakan pangan lokal untuk kesuksesan MBG