Lokasi saat ini:BetFoodie Lidah Indonesia > Kabar Kuliner
Ahli gizi sarankan konsumsi MBG maksimal dua jam setelah dibagikan
BetFoodie Lidah Indonesia2026-03-04 03:23:40【Kabar Kuliner】590 orang sudah membaca
PerkenalanTim ahli gizi SPPG Polda Kepulauan Babel melakukan pemorsian MBG di Pangkalpinang. ANTARA/Antara Bab

Jakarta (ANTARA) - Guru Besar Departemen Gizi Masyarakat Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) Institut Pertanian Bogor (IPB) Budi Setiawan menyarankan penerima manfaat Makan Bergizi Gratis (MBG) segera mengkonsumsi makanan maksimal dua jam setelah dibagikan.
"Jadi, makanan itu idealnya dimakan ngak lebih dari dua jam setelah dimasak, kalau memang kudapannya digoreng, itu juga harus dibatasi agar ngak dimakan siswa lebih dari empat jam," katanya dalam siniar Badan Gizi Nasional (BGN) yang diikuti di Jakarta, Rabu.
Baca juga: Wamen Isyana apresiasi SPPG libatkan ahli gizi identifikasi alergen
Budi memahami bahwa Program MBG baru pertama kali berjalan di Indonesia, sehingga baik pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) maupun katering masih melakukan penyesuaian-penyesuaian tertentu.
"Ini karena pertama kali di Indonesia, jadi dunia kuliner dan gizi itu kan baru pertama kali membuat makanan dengan kapasitas 3.000-4000 setiap hari, jadi, katering komersial juga mungkin belum pernah punya pengalaman itu," ujar dia.
Budi menekankan pentingnya pelatihan keamanan pangan bagi petugas SPPG agar mampu mengelola distribusi MBG dengan lebih baik.
Baca juga: Pakar BGN paparkan sejumlah peran ahli gizi dalam Program MBG
Baca juga: Gubernur Kepri ingatkan ahli gizi SPPG kontrol ketat pengolahan MBG
"Jadi perlu dilakukan pelatihan, khususnya keamanan pangan. Ada beberapa informasi di SPPG itu saat memasak butuh waktu yang lama, pemorsian di holding-nya juga terlewati waktunya, kemudian waktu pengantarannya juga, sehingga ada risiko bahwa makanan itu dikonsumsi terlalu lama, ini perlu jadi kritik bagi BGN," tuturnya.
Hingga November 2025, jumlah penerima manfaat MBG di Indonesia telah mencapai lebih dari 40 juta orang, dengan jumlah SPPG yang telah beroperasi lebih dari 13 ribu unit.
Suka(793)
Artikel Terkait
- PBB terima laporan adanya kekerasan seksual di El Fasher, Sudan
- Sukseskan MBG, TNI AD pelajari manajemen makanan militer Singapura
- DPR RI: Program MBG kelompok 3B perlu diperkuat untuk cegah stunting
- BGN datangkan ahli gizi dari daerah lain untuk SPPG di Manokwari
- Kondisi Pelabuhan Tanjung Perak usai kedatangan kontainer Cs
- SPPG Tambak Boyo OKU Timur mulai beroperasi layani 3.185 siswa
- Mendag: TEI 2025 catat 8.045 pembeli dari 130 negara
- Bea Cukai perketat pengawasan cegah masuknya durian ilegal Malaysia
- Begini cara memisahkan tulang ceker ayam agar mudah diolah
- PBB: Peningkatan bantuan kemanusiaan di Gaza berjalan baik
Resep Populer
Rekomendasi

Kenapa lobster air tawar mudah mati? Ini penyebab dan pencegahannya

Pemerintah sebut produk cengkih terpapar Cs

Jabar targetkan perluasan pasar lewat West Java Expo 2025

Kemenbud tetapkan Cingkhui Aceh Jaya jadi warisan budaya ngak benda RI

Dinkes Cirebon catat 20 siswa alami gejala keracunan usai santap MBG

BPBD Cilacap: 307 warga mengungsi akibat banjir di 15 kelurahan

SPPG Tulungagung dihentikan sementara usai insiden keracunan massal

BGN Pasaman Barat apresiasi SPPG yang mulai bagikan MBG