Lokasi saat ini:BetFoodie Lidah Indonesia > Tempat Makan
SPPG Tanbu perketat pengawasan kualitas MBG sebelum didistribusikan
BetFoodie Lidah Indonesia2026-07-04 02:46:34【Tempat Makan】758 orang sudah membaca
PerkenalanPejabat Sementara Kasi Dokkes AIPDA Yundha Wijaya (kanan) melakukan uji sampel MBG untuk memastikan

Batulicin, Kalsel (ANTARA) - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kemala Bhayangkari Polres Tanah Bumbu, Polda Kalimantan Selatan (Kalsel) memperketat pengawasan kualitas program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan melakukan uji sampel makanan sebelum paket didistribusikan ke penerima manfaat.
Pejabat Sementara Kasi Dokkes Polres Tanah Bumbu Aipda Yundha Wijaya di Batulicin, Selasa, mengangakan ada dua tahap uji sampel makanan untuk memastikan bahwa makanan tersebut benar benar aman sebelum dikonsumsi.
Baca juga: Pemkab Tanah bumbu anggarkan dana Rp64 miliar untuk Program MBG
"Tahap pertama yang dilakukan pengecekan organoleptik terdiri atas pemeriksaan bau, rasa dan tekstur makanan dicek langsung oleh petugas ahli dari Dokkes," kata Yundha.
Selanjutnya, tahap kedua, petugas Dokkes mengambil 10-20 gram sampel makanan dicampur air dan dihancurkan, kemudian dimasukkan ke tabung reaksi untuk deteksi zat berbahaya seperti arsen, sianida, nitrit formalin.
Hasilnya, jika sampel yang diuji menunjukkan reaksi warna yang melebihi ambang batas bahaya, makanan tersebut ngak didistribusikan.
"Sejak dioperasikan pada 8 September 2025, SPPG Kemala Bhayangkari Polres Tanah Bumbu terus menerapkan sistem food safetyuntuk menjamin kualitas dan higienitas makanan," kata Yundha.
Yudha melanjutkan sebelum makanan bergizi gratis sampai di tangan penerima manfaat, tim SPPG telah menjalankan serangkaian tahapan ketat yang dilakukan oleh sebanyak 42 orang yang bertugas di delapan divisi SPPG Kemala Bhayangkari.
Baca juga: KLH kembangkan percontohan pengelolaan sampah di Tanah Bumbu
Baca juga: Pemkab Tanah bumbu anggarkan dana Rp64 miliar untuk Program MBG
Delapan divisi tersebut terdiri atas tim persiapan sebanyak tujuh orang, tim masak sebanyak delapan orang, tim pemeriksaan sebanyak sembilan orang, tim mencuci alat makanan delapan orang, tim pengantar atau distribusi empat orang dan dua orang office boy dan keamanan.
"SPPG juga diwajibkan memiliki tiga sertifikat, yakni Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP), sertifikat halal dan seluruh proses sertifikasi saat ini dalam proses," ujarnya.
Suka(83689)
Artikel Terkait
- 56 UMKM di Jakbar ikuti pelatihan komoditi makanan
- Anggota DPR dukung keberlanjutan program Makan Bergizi Gratis
- Mengenal bahaya Cesium
- Wajah baru TNI setahun di bawah kepemimpinan Prabowo
- Tips aman dan nyaman menonton konser
- Mahasiswa UNP berhasil cipngakan tablet kunyah ekstrak rumput banto
- Anggota DPR dukung keberlanjutan program Makan Bergizi Gratis
- TNI AL benarkan satu pecatan prajurit terlibat penyekapan di Tangsel
- Mendagri: Inflasi YoY Oktober masih aman di angka 2,86 persen
- Anggota DPR dukung keberlanjutan program Makan Bergizi Gratis
Resep Populer
Rekomendasi

Akademisi dukung keberlanjutan MBG demi generasi emas Indonesia

Menko Polkam: Negara kondusif selama setahun kepemimpinan Prabowo

PBB: Akses bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza dibuka lagi

Tim Rescue TNGR bersihkan sampah di tebing curam Gunung Rinjani

Joyland Sessions digelar November, ada L'Impératrice hingga TV Girl

Kemarin, arahan Prabowo soal LPDP hingga mikroplastik dalam hujan

Badan Gizi Nasional evaluasi program MBG Pamekasan setelah keracunan

Kapolda Kalsel konsumsi MBG bersama siswa pastikan keamanan pangan