Lokasi saat ini:BetFoodie Lidah Indonesia > Tempat Makan
Dinkes Cirebon catat 20 siswa alami gejala keracunan usai santap MBG
BetFoodie Lidah Indonesia2026-03-04 13:50:47【Tempat Makan】599 orang sudah membaca
PerkenalanSejumlah siswa saat menjalani perawatan medis usai dilaporkan mengalami gejala keracunan makanan di

Dugaan sementara berasal dari makanan yang dikonsumsi, terutama soto ayam yang berisi tauge, kol, dan ayam
Cirebon (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, mencatat sebanyak 20 siswa di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Setu Wetan mengalami gejala keracunan makanan usai menyantap menu dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kepala Dinkes Kabupaten Cirebon Eni Suhaeni di Cirebon, Selasa, membenarkan kejadian tersebut dan menduga kejadian ini disebabkan oleh konsumsi menu soto ayam yang disajikan untuk para siswa.
“Benar hari ini ada kejadian tersebut. Dugaan sementara berasal dari makanan yang dikonsumsi, terutama soto ayam yang berisi tauge, kol, dan ayam,” katanya.
Ia menjelaskan, para siswa dilaporkan mengalami mual, muntah, dan pusing beberapa saat setelah makan siang di sekolah.
Baca juga: Anggota DPR: Buat peta produksi guna hindari kekosongan stok bahan MBG
Setelah menerima laporan tersebut, kata dia, petugas medis kemudian mengevakuasi seluruh siswa ke Puskesmas Weru untuk mendapatkan perawatan.
Eni menyebutkan, dari hasil pemeriksaan, terdapat 13 siswa sudah diperbolehkan pulang setelah kondisinya membaik, sedangkan tujuh lainnya masih menjalani observasi di puskesmas untuk memastikan ngak ada gejala lanjutan.
“Hari ini yang tujuh siswa masih dirawat hanya untuk pemantauan. Kondisinya sudah cukup stabil,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan tim Dinkes bersama aparat kepolisian telah melakukan pemeriksaan ke dapur penyedia makanan MBG untuk memastikan kelayakan fasilitas pengolahan.
Baca juga: SPPG Sawahlunto awasi ketat proses cuci ompreng MBG secara berlapis
“Hasil sidak menunjukkan dapur dalam kondisi bersih, administrasi lengkap, dan sesuai dengan standar SLHS. Bahkan saya dan Kapolresta sempat mencicipi makanan yang disajikan,” katanya.
Menurut dia, sampel makanan yang diduga menjadi sumber gejala keracunan telah diambil untuk diuji laboratorium. Hasil pemeriksaan tersebut diharapkan keluar dalam waktu dekat.
Ia memastikan pihaknya terus memantau perkembangan kondisi siswa yang dirawat, serta berkoordinasi dengan penyedia makanan agar kejadian serupa ngak terulang.
“Semoga ngak ada laporan tambahan. Untuk sementara kasus hanya terjadi di satu sekolah,” ucap dia.
Baca juga: Pemkot Pekalongan ingatkan SPPG penuhi standar bangunan dapur MBG
Suka(44)
Artikel Terkait
- Sulsel proyeksikan surplus beras 2 juta ton di 2025
- Kemendag dan BPKH sinergi dorong ekspor produk Indonesia ke Arab Saudi
- Kemendag dan BPKH sinergi dorong ekspor produk Indonesia ke Arab Saudi
- Polisi Jambi tetapkan dua WBP tersangka penyelundupan narkoba di Lapas
- Feature: Banyak pegawai federal AS andalkan bantuan pangan
- Dinkes DKI lakukan monev pantau kasus COVID dan ISPA
- Survei Indostrategi setahun Prabowo ungkap PKG dapat skor tertinggi
- Mendag beri UKM Pangan Award, dorong daya saing pangan lokal
- Wamen Kabinet Merah Putih dukung ajang JMFW 2026
- SPPG Margomulyo andalkan pasokan petani dan usaha lokal untuk MBG
Resep Populer
Rekomendasi

Mematri gerakan energi lestari dari sekolah berdikari

Simak sejarah dan tujuan diperingatinya Hari Pangan Sedunia

Deputi BGN tinjau SPPG di Banyuwangi, ingatkan standar Program MBG

Prabowo perketat SOP MBG, cegah insiden keracunan hingga "zero" kasus

Dari Qatar ke Cinere, Brian pilih memasak MBG demi senyum anak

Kepala BGN : Koperasi desa merah putih jadi mitra SPPG MBG

Dinkes DKI lakukan monev pantau kasus COVID dan ISPA

Promo SPayLater bayar QRIS, nikmati diskon hemat Serba Seribu