Lokasi saat ini:BetFoodie Lidah Indonesia > Resep
BPS ungkap Oktober selalu alami inflasi bulanan, kecuali pada 2022
BetFoodie Lidah Indonesia2026-03-04 04:17:02【Resep】967 orang sudah membaca
PerkenalanPramuniaga melakukan siaran langsung penjualan perhiasan emas di sebuah gerai di Kota Malang, Jawa T

Jakarta (ANTARA) - Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Pudji Ismartini mengangakan bahwa inflasi bulanan secara konsisten terjadi setiap Oktober selama empat tahun terakhir, kecuali pada Oktober 2022.
“Secara historis, pada setiap Oktober sejak 2021 hingga 2025 ini mengalami inflasi, kecuali pada Oktober 2022 yang mengalami deflasi,” kata Pudji Ismartini di Jakarta, Senin.
Ia mengangakan bahwa inflasi pada Oktober 2025 menjadi yang tertinggi dibandingkan tingkat inflasi pada Oktober 2021-2024, mencapai 0,28 persen month-to-month(mtm).
Ia juga mengangakan tingkat inflasi tersebut disumbangkan oleh emas perhiasan (0,21 persen), cabai merah (0,06 persen), telur ayam ras (0,04 persen), daging ayam ras (0,02 persen), serta wortel (0,01 persen).
Sementara itu, BPS mencatat inflasi bulanan pada Oktober 2021 mencapai 0,12 persen mtm, yang dipicu oleh kenaikan harga cabai merah dan minyak goreng yang memiliki andil inflasi masing-masing sebesar 0,05 persen.
Tarif angkutan udara juga berkontribusi terhadap inflasi pada bulan tersebut sebesar 0,03 persen, daging ayam ras sebesar 0,02 persen dan rokok kretek filter sebesar 0,01 persen.
Setahun kemudian, pada Oktober 2022, justru terjadi deflasi sebesar 0,11 persen mtm. Namun, sejumlah komoditas masih memberikan andil inflasi, seperti beras dan bensin masing-masing sebesar 0,03 persen, serta tukang bukan mandor, bahan bakar rumah tangga, dan rokok kretek filter masing-masing sebesar 0,01 persen.
Pudji mengangakan tren inflasi kembali muncul pada Oktober 2023 dengan tingkat inflasi 0,17 persen mtm dengan beras, bensin, cabai rawit, tarif angkutan udara, dan cabai merah menjadi pendorong utama.
Ia juga mengangakan masing-masing komoditas berkontribusi terhadap inflasi sebesar 0,06 persen, 0,04 persen, 0,03 persen, 0,02 persen, dan 0,01 persen.
Sementara itu, pada Oktober 2024, inflasi tercatat sebesar 0,08 persen mtm yang disumbangkan oleh kenaikan harga emas perhiasan dengan andil 0,06 persen, daging ayam ras 0,04 persen, bawang merah 0,03 persen, serta tomat dan nasi dengan lauk masing-masing 0,02 persen.
“Dan berdasarkan historis, di setiap Oktober dari 2021 hingga 2025 (kecuali pada 2022), komoditas yang menyumbang inflasi umumnya merupakan komoditas dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau dan merupakan komoditas komponen harga bergejolak,” ujar Pudji.
Suka(91673)
Sebelumnya: Penelitian ungkap berpuasa ngak ganggu kemampuan berpikir seseorang
Selanjutnya: CORE: Jelang Natal, pasokan
Artikel Terkait
- Memberdayakan petani lokal di SPPG Angsau Dua
- Istana suguhkan Soto Banjar hingga mangut gindara untuk Presiden Afsel
- BRIN soroti cara penyimpanan bahan makanan oleh SPPG untuk sajian MBG
- RI menyiapkan 500 ribu tenaga kerja terampil dikirim ke luar negeri
- BPBD DKI sudah bersiap hadapi potensi terjadinya banjir rob
- SPPG Polri di Palmerah siap beroperasi
- Gaya hidup sehat dan latihan beban bantu cegah osteoporosis
- Mangut, kuliner tradisional dari pesisir Jawa
- Pemkab Jayapura perkuat mutu dan keamanan pangan di dapur MBG
- Dinkes Pamekasan bina SPPG cara mencegah keracunan makanan
Resep Populer
Rekomendasi

Potret pembuat gelato Italia yang mengejar impian di Shanghai

PBB: Bantuan Gaza terhambat karena penutupan perbatasan

Dinkes: Waspada ISPA, kembali pakai masker dan jaga jarak

Kalbar matangkan isu trategis jelang Sosek Malindo di Miri Malaysia

Kuliner khas mancanegara pikat pengunjung di ajang CIIE kedelapan

Kulit terbakar matahari panas? Kenali gejala dan penanganan "sunburn"

Warga terdampak cuaca ekstrem di Kabupaten Bekasi capai 304 orang

Koalisi organisasi masyarakat minta pemerintah terapkan cukai MBDK