Lokasi saat ini:BetFoodie Lidah Indonesia > Sehat
Pemkab Bantul kumpulkan pengelola SPPG untuk evaluasi MBG
BetFoodie Lidah Indonesia2026-07-04 02:58:23【Sehat】332 orang sudah membaca
PerkenalanBupati Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Abdul Halim Muslih disela menjalankan tugas di Bantul. AN

Bantul (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, segera mengumpulkan para pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di daerah tersebut untuk melakukan evaluasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi anak sekolah.
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih, di Bantul, Selasa, mengangakan langkah mengumpulkan para pengelola SPPG MBG tersebut salah satunya menindaklanjuti adanya laporan keracunan makanan yang dialami siswa yang diduga setelah menyantap makanan MBG di wilayah Kecamatan Jetis.
"Masalah Makan Bergizi Gratis ini harus terus kita evaluasi, kita pantau kita cari apa penyebab sesungguhnya, maka kita akan rapat tentang Program MBG dengan mengundang semua penanggung jawab SPPG," katanya.
Bupati menargetkan dalam waktu dekat atau dalam minggu ini dapat mengundang para pengelola SPPG di Bantul, mengenai masalah atau kendala yang dihadapi termasuk mencari solusi bila ada persoalan dalam menjalankan proyek nasional tersebut.
Baca juga: BGN perkuat pelaksanaan program MBG di Kabupaten Bantul
"Para penanggung jawab SPPG yang ada di Bantul coba kita tanya satu per satu apa problemnya, apa masalahnya, kok masih saja terjadi laporan itu (keracunan)," katanya.
Menurut dia, laporan keracunan makanan yang dialami siswa diduga usai menyantap MBG memang bukan gambaran semua SPPG, melainkan hanya beberapa peristiwa, dan bukan representasi dari semuanya.
"Ini kecelakaan, tapi bagaimanapun karena ini menyangkut kesehatan anak-anak kita, pastilah harus kita cari solusinya, kita temukan penyebabnya apa kok masih saja terjadi keracunan seperti ini," katanya.
Sementara itu, terkait dengan laporan ratusan siswa di salah satu SMA negeri di Jetis yang diduga keracunan makanan pada Jumat (31/10), Bupati mengangakan sudah dilakukan asesmen oleh pihak terkait, dan ngak ada yang perlu menjalani rawat inap.
Baca juga: Bantul awasi pemberian MBG di sekolah meski bukan kewenangan daerah
"Sudah diasesmen dan Alhamdulillah ngak ada yang perlu dirawat inap, artinya mereka yang masih muda tentu imunitas masih kuat, tapi kan kita harus mengantisipasi lebih jauh, jangan sampai ada keracunan lagi," katanya.
Suka(2)
Sebelumnya: Begini cara memisahkan tulang ceker ayam agar mudah diolah
Selanjutnya: Kiat menghindari penyakit semasa banjir
Artikel Terkait
- BPKP sebut pengawasan program MBG harus dari hulu ke hilir
- Pemkot Jakbar tindaklanjuti kasus keracunan MBG di SDN Meruya Selatan
- SPPG Polresta Pati kenalkan kuliner khas daerah lewat Program MBG
- Mengungkap cara astronaut masak steik di stasiun luar angkasa China
- Pemkab Manggarai Barat mendorong keamanan pangan dalam program MBG
- Pemkot Jakbar tindaklanjuti kasus keracunan MBG di SDN Meruya Selatan
- Keragaman ide di Demoday FSI tunjukan potensi kuliner Indonesia
- SPPG Polres Grobogan percontohan dapur bergizi berstandar tinggi
- KKP ungkap upaya atasi Cs
- Nikmati menu sederhana, Diddyrayakan ulang tahun ke
Resep Populer
Rekomendasi

BGN bilang Bali masih butuh banyak SPPG untuk layani MBG

Suasana ceria di SMPN 2 Maos saat Makan Bergizi Gratis tiba

Polda Kepri uji kualitas makanan bergizi gratis tiap hari

Sari Murni Group investasi di Vietnam perkuat ekspansi ke pasar global

Kiat mempertahankan nutrisi makanan saat memasak menggunakan microwave

Misi dagang sektor rempah bukukan transaksi Rp239,4 miliar di Belanda

IHSG BEI menguat seiring stabilitas ekonomi domestik

Kiat menghindari penyakit semasa banjir