Lokasi saat ini:BetFoodie Lidah Indonesia > Kabar Kuliner
Ahli gizi sarankan konsumsi MBG maksimal dua jam setelah dibagikan
BetFoodie Lidah Indonesia2026-07-04 01:42:28【Kabar Kuliner】319 orang sudah membaca
PerkenalanTim ahli gizi SPPG Polda Kepulauan Babel melakukan pemorsian MBG di Pangkalpinang. ANTARA/Antara Bab

Jakarta (ANTARA) - Guru Besar Departemen Gizi Masyarakat Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) Institut Pertanian Bogor (IPB) Budi Setiawan menyarankan penerima manfaat Makan Bergizi Gratis (MBG) segera mengkonsumsi makanan maksimal dua jam setelah dibagikan.
"Jadi, makanan itu idealnya dimakan ngak lebih dari dua jam setelah dimasak, kalau memang kudapannya digoreng, itu juga harus dibatasi agar ngak dimakan siswa lebih dari empat jam," katanya dalam siniar Badan Gizi Nasional (BGN) yang diikuti di Jakarta, Rabu.
Baca juga: Wamen Isyana apresiasi SPPG libatkan ahli gizi identifikasi alergen
Budi memahami bahwa Program MBG baru pertama kali berjalan di Indonesia, sehingga baik pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) maupun katering masih melakukan penyesuaian-penyesuaian tertentu.
"Ini karena pertama kali di Indonesia, jadi dunia kuliner dan gizi itu kan baru pertama kali membuat makanan dengan kapasitas 3.000-4000 setiap hari, jadi, katering komersial juga mungkin belum pernah punya pengalaman itu," ujar dia.
Budi menekankan pentingnya pelatihan keamanan pangan bagi petugas SPPG agar mampu mengelola distribusi MBG dengan lebih baik.
Baca juga: Pakar BGN paparkan sejumlah peran ahli gizi dalam Program MBG
Baca juga: Gubernur Kepri ingatkan ahli gizi SPPG kontrol ketat pengolahan MBG
"Jadi perlu dilakukan pelatihan, khususnya keamanan pangan. Ada beberapa informasi di SPPG itu saat memasak butuh waktu yang lama, pemorsian di holding-nya juga terlewati waktunya, kemudian waktu pengantarannya juga, sehingga ada risiko bahwa makanan itu dikonsumsi terlalu lama, ini perlu jadi kritik bagi BGN," tuturnya.
Hingga November 2025, jumlah penerima manfaat MBG di Indonesia telah mencapai lebih dari 40 juta orang, dengan jumlah SPPG yang telah beroperasi lebih dari 13 ribu unit.
Suka(28)
Artikel Terkait
- Pentingnya nutrisi untuk ongak pada pemulihan stroke
- Sejarah Jakarta perlu masuk kurikulum di sekolah
- Polresta Bandara Soetta pastikan dapur MBG Polri teruji sesuai SOP
- Mahasiswa USU cipngakan wadah makanan dari limbah sawit dan daun pepaya
- Pemprov Jateng: MBG telah sasar 6,3 juta penerima manfaat
- Mahasiswa USU cipngakan wadah makanan dari limbah sawit dan daun pepaya
- BGN konsolidasikan daerah perkuat tata kelola makanan bergizi
- Wakil Kepala BGN: Program MBG ngak boleh berorientasi bisnis
- Sulsel proyeksikan surplus beras 2 juta ton di 2025
- Kondisi cuaca di Jakarta masih normal
Resep Populer
Rekomendasi

SPPG Polres Madiun sajikan pecel bergizi untuk warga dan pelajar

Pemkab Bangka Barat resmikan dapur SPPG Mentok

Bea Cukai perketat pengawasan cegah masuknya durian ilegal Malaysia

Dapur SPPG MBG Polres Blora layani 2.515 penerima manfaat

Kemendikdasmen: Pelaksanaan TKA di Papua lancar

Dinkes Kota Malang temukan mikroba di dalam sampel MBG

PBB: Dana kemanusiaan global 2025 baru terpenuhi 21 persen

Wagub: Sudah terbangun 2.600 SPPG di Jabar, capai 55 persen target