Lokasi saat ini:BetFoodie Lidah Indonesia > Kabar Kuliner
Ahli gizi sarankan konsumsi MBG maksimal dua jam setelah dibagikan
BetFoodie Lidah Indonesia2026-03-04 15:12:30【Kabar Kuliner】046 orang sudah membaca
PerkenalanTim ahli gizi SPPG Polda Kepulauan Babel melakukan pemorsian MBG di Pangkalpinang. ANTARA/Antara Bab

Jakarta (ANTARA) - Guru Besar Departemen Gizi Masyarakat Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) Institut Pertanian Bogor (IPB) Budi Setiawan menyarankan penerima manfaat Makan Bergizi Gratis (MBG) segera mengkonsumsi makanan maksimal dua jam setelah dibagikan.
"Jadi, makanan itu idealnya dimakan ngak lebih dari dua jam setelah dimasak, kalau memang kudapannya digoreng, itu juga harus dibatasi agar ngak dimakan siswa lebih dari empat jam," katanya dalam siniar Badan Gizi Nasional (BGN) yang diikuti di Jakarta, Rabu.
Baca juga: Wamen Isyana apresiasi SPPG libatkan ahli gizi identifikasi alergen
Budi memahami bahwa Program MBG baru pertama kali berjalan di Indonesia, sehingga baik pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) maupun katering masih melakukan penyesuaian-penyesuaian tertentu.
"Ini karena pertama kali di Indonesia, jadi dunia kuliner dan gizi itu kan baru pertama kali membuat makanan dengan kapasitas 3.000-4000 setiap hari, jadi, katering komersial juga mungkin belum pernah punya pengalaman itu," ujar dia.
Budi menekankan pentingnya pelatihan keamanan pangan bagi petugas SPPG agar mampu mengelola distribusi MBG dengan lebih baik.
Baca juga: Pakar BGN paparkan sejumlah peran ahli gizi dalam Program MBG
Baca juga: Gubernur Kepri ingatkan ahli gizi SPPG kontrol ketat pengolahan MBG
"Jadi perlu dilakukan pelatihan, khususnya keamanan pangan. Ada beberapa informasi di SPPG itu saat memasak butuh waktu yang lama, pemorsian di holding-nya juga terlewati waktunya, kemudian waktu pengantarannya juga, sehingga ada risiko bahwa makanan itu dikonsumsi terlalu lama, ini perlu jadi kritik bagi BGN," tuturnya.
Hingga November 2025, jumlah penerima manfaat MBG di Indonesia telah mencapai lebih dari 40 juta orang, dengan jumlah SPPG yang telah beroperasi lebih dari 13 ribu unit.
Suka(3)
Artikel Terkait
- Asuransi Jasindo Bangun Akses Pendidikan dan Kesehatan di Pedalaman Mentawai
- BGN ingatkan SOP pengolahan bahan baku MBG untuk cegah keracunan
- Ini kata hakim PN Jaksel yang beratkan vonis Nikita
- BGN ingatkan SOP pengolahan bahan baku MBG untuk cegah keracunan
- PBB tingkatkan dukungan bagi pengungsi di Darfur Utara, Sudan
- Langkah strategis lindungi warisan budaya dari klaim negara tetangga
- Khofifah optimistis integrated farming Pasuruan dongkrak produksi susu
- Hari ini Senin 27/10, On Time Performance Kereta Kembali Pulih
- Feature: Banyak pegawai federal AS andalkan bantuan pangan
- SPPG Asei Besar layani 35 sekolah wilayah pesisir Kabupaten Jayapura
Resep Populer
Rekomendasi

Wali Kota Kupang mendorong percepatan SLHS bagi SPPG

Malaysia apresiasi ketertarikan Selandia Baru gabung Dewan Halal ASEAN

Pelatihan penjamah Makan Bergizi Gratis di Palu

Tradisi unik negara

Keragaman ide di Demoday FSI tunjukan potensi kuliner Indonesia

Anggota Komisi XIII DPR RI dorong penguatan pengawasan industri AMDK

SPPG MBG Preneur hadir di Malang, dukung sistem pasokan pangan lokal

Anggota DPR: MBG menurunkan stunting, tingkatkan kualitas pendidikan