Lokasi saat ini:BetFoodie Lidah Indonesia > Kabar Kuliner
SPPG Tanbu perketat pengawasan kualitas MBG sebelum didistribusikan
BetFoodie Lidah Indonesia2026-03-04 13:52:53【Kabar Kuliner】090 orang sudah membaca
PerkenalanPejabat Sementara Kasi Dokkes AIPDA Yundha Wijaya (kanan) melakukan uji sampel MBG untuk memastikan

Batulicin, Kalsel (ANTARA) - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kemala Bhayangkari Polres Tanah Bumbu, Polda Kalimantan Selatan (Kalsel) memperketat pengawasan kualitas program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan melakukan uji sampel makanan sebelum paket didistribusikan ke penerima manfaat.
Pejabat Sementara Kasi Dokkes Polres Tanah Bumbu Aipda Yundha Wijaya di Batulicin, Selasa, mengangakan ada dua tahap uji sampel makanan untuk memastikan bahwa makanan tersebut benar benar aman sebelum dikonsumsi.
Baca juga: Pemkab Tanah bumbu anggarkan dana Rp64 miliar untuk Program MBG
"Tahap pertama yang dilakukan pengecekan organoleptik terdiri atas pemeriksaan bau, rasa dan tekstur makanan dicek langsung oleh petugas ahli dari Dokkes," kata Yundha.
Selanjutnya, tahap kedua, petugas Dokkes mengambil 10-20 gram sampel makanan dicampur air dan dihancurkan, kemudian dimasukkan ke tabung reaksi untuk deteksi zat berbahaya seperti arsen, sianida, nitrit formalin.
Hasilnya, jika sampel yang diuji menunjukkan reaksi warna yang melebihi ambang batas bahaya, makanan tersebut ngak didistribusikan.
"Sejak dioperasikan pada 8 September 2025, SPPG Kemala Bhayangkari Polres Tanah Bumbu terus menerapkan sistem food safetyuntuk menjamin kualitas dan higienitas makanan," kata Yundha.
Yudha melanjutkan sebelum makanan bergizi gratis sampai di tangan penerima manfaat, tim SPPG telah menjalankan serangkaian tahapan ketat yang dilakukan oleh sebanyak 42 orang yang bertugas di delapan divisi SPPG Kemala Bhayangkari.
Baca juga: KLH kembangkan percontohan pengelolaan sampah di Tanah Bumbu
Baca juga: Pemkab Tanah bumbu anggarkan dana Rp64 miliar untuk Program MBG
Delapan divisi tersebut terdiri atas tim persiapan sebanyak tujuh orang, tim masak sebanyak delapan orang, tim pemeriksaan sebanyak sembilan orang, tim mencuci alat makanan delapan orang, tim pengantar atau distribusi empat orang dan dua orang office boy dan keamanan.
"SPPG juga diwajibkan memiliki tiga sertifikat, yakni Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP), sertifikat halal dan seluruh proses sertifikasi saat ini dalam proses," ujarnya.
Suka(679)
Artikel Terkait
- Mencipta karya bermakna tanpa menghamba pada algoritma
- Bupati Banyumas: Gebyar Pendidikan Non
- Pemkab Jayapura: Program MBG harus menjangkau semua masyarakat
- Pakar sarankan Prabowo usung Jusuf Kalla jadi pemimpin sementara Gaza
- SPPG Polresta Pati kenalkan kuliner khas daerah lewat Program MBG
- BJB tegaskan dukungannya pada MBG lewat pembiayaan SPPG
- Polresta Bandara Soetta pastikan dapur MBG Polri teruji sesuai SOP
- DPR RI: Program MBG kelompok 3B perlu diperkuat untuk cegah stunting
- Airlangga yakin eksyar RI segera capai peringkat pertama secara global
- Pembudidaya ikan harap komoditas daerah dimanfaatkan jadi menu MBG
Resep Populer
Rekomendasi

Menengok suasana jelang pembukaan ajang CIIE ke

Korban meninggal akibat hujan lebat di Meksiko bertambah jadi 44 orang

Kemensetneg himpun masukan terkait pelaksanaan MBG di Manokwari

Promosikan kuliner, makan gratis di Sungai Kapuas ramai pengunjung

Gibran serahkan laptop, PC, Starlink untuk empat sekolah di Manokwari

8 fakta minum kopi hitam bermanfaat untuk kesehatan hati

BSI: Pembiayaan yang disalurkan ke UMKM sudah capai Rp52,01 triliun

PBB: Dana kemanusiaan global 2025 baru terpenuhi 21 persen