Lokasi saat ini:BetFoodie Lidah Indonesia > Kabar Kuliner
Program MBG di Banjarmasin telah menyasar 66 ribu penerima manfaat
BetFoodie Lidah Indonesia2026-03-05 17:11:08【Kabar Kuliner】966 orang sudah membaca
PerkenalanSiswa di Kota Banjarmasin, Kalsel saat menikmati program makanan bergizi gratis. ANTARA/HO-Dokumen .

...Kita sudah buat draf SOP agar program MBG bisa terlaksana dengan baik di semua sekolah
Banjarmasin (ANTARA) - Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan Ryan Utama menyampaikan, program makanan bergizi gratis (MBG) di kotanya telah menyasar sebanyak 66 ribu penerima manfaat, yakni siswa dari berbagai tingkatan.
"Ada sebanyak 23 dapur MBG yang sudah beroperasi untuk melayani puluhan ribu siswa," ujarnya di Banjarmasin, Selasa.
Menurut dia, program MBG yang digalakkan sejak awal tahun 2025 ini ke sekolah-sekolah di kotanya terus meluas dari semua tingkatan sekolah dan berjalan lancar.
"Alhamdulillah, sejauh ini semua berjalan lancar," paparnya.
Sebagai dukungan Pemkot Banjarmasin atas program unggulan Presiden Prabowo Subianto ini, ungkap dia, Pemkot melalui instansinya menyiapkan langkah dengan menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) pelaksanaan program MBG tersebut di sekolah-sekolah.
Baca juga: Wali Kota Kupang mendorong percepatan SLHS bagi SPPG
Penyusunan SOP dilakukan agar pelaksanaan MBG berjalan tepat sasaran, ngak asal-asalan dan menghindari terjadinya hal-hal yang diinginkan.
“Kita sudah buat draf SOP agar program MBG bisa terlaksana dengan baik di semua sekolah,” ungkap Ryan.
Dia mengharapkan, dalam waktu dekat akan dijalankan.
"SOP yang disiapkan yakni dalam setiap pembagian MBG, guru kelas wajib mendampingi dan mengarahkan murid untuk mengecek makanan lebih dulu, mencium aroma, memperhatikan kondisi fisik dan memastikan ngak ada hal yang mencurigakan," tuturnya.
Baca juga: Menteri PANRB pastikan pemerataan MBG hingga daerah terpencil
Hal ini berkaca pascainsiden dugaan keracunan siswa beberapa waktu lalu. Makanya, pihak Disdik Banjarmasin menyusun SOP baru kepada setiap sekolah.
Menurut dia, ini upaya preventif Disdik untuk menumbuhkan kewaspadaan di kalangan siswa, agar ngak langsung mengkonsumsi makanan tanpa memperhatikan kondisi kelayakannya.
"Soalnya rentan, anak-anak biasanya langsung makan tanpa tahu mana makanan yang layak dan sudah ngak layak. Dan dengan pendampingan guru, kami ingin mencegah hal-hal yang ngak diinginkan dan dikhawatirkan terjadi," demikian katanya.
Baca juga: Pemkab Manggarai Barat mendorong keamanan pangan dalam program MBG
Suka(675)
Artikel Terkait
- Singapura tarik produk kismis usai ditemukan alergen
- Simak sejarah dan tujuan diperingatinya Hari Pangan Sedunia
- Dinkes DKI lakukan monev pantau kasus COVID dan ISPA
- Pemprov DKI diminta beri penyuluhan kesehatan terkait cuaca panas
- Kronologi dan rangkuman fakta ledakan di SMA 72 Jakarta
- Penulis "I Want to Die But I Want to Eat Tteokbokki" meninggal dunia
- Hari Pangan Sedunia, bergandengan tangan membangun pangan
- Deputi BGN tinjau SPPG di Banyuwangi, ingatkan standar Program MBG
- PBB tingkatkan dukungan bagi pengungsi di Darfur Utara, Sudan
- Menemukan Shanghai tempo dulu di Jakarta Pusat
Resep Populer
Rekomendasi

Dinkes: Waspada paparan mikroplastik dari air hujan

BGN perketat SOP dasar di SPPG menuju nol insiden keamanan pangan MBG

Polda Metro Jaya tangkap sembilan tersangka penyekapan di Tangsel

Refleksi Hari Pangan Sedunia, "Berilah kami makanan secukupnya"

SPPG Polda Maluku kawal mutu dan ketepatan distribusi MBG ke sekolah

Membaca arah masa depan Koperasi Desa Merah Putih

IFSR catat 411 daerah raih predikat nol insiden MBG

Kemendag buka akses ekspor kuliner Indonesia ke lima negara