Lokasi saat ini:BetFoodie Lidah Indonesia > Sehat
Potret pembuat gelato Italia yang mengejar impian di Shanghai
BetFoodie Lidah Indonesia2026-07-04 02:59:44【Sehat】730 orang sudah membaca
PerkenalanAlessandro Conti (kiri) berbincang dengan pelanggan di toko gelato miliknya di Shanghai, China timur

Shanghai (ANTARA) - Di Kawasan Perlindungan Sejarah Jalan Hengshan-Fuxing (Hengfu) di Distrik Xuhui, Shanghai, terdapat sebuah kedai bernama Amuni Gelato yang menawarkan es krim ala Italia.
Pemilik kedai gelato ini adalah Alessandro Conti.
Hubungan Conti dengan China bermula saat dia masih mahasiswa.
Conti mengambil jurusan bahasa Mandarin di Universitas Palermo dan kemudian mengikuti program pertukaran mahasiswa di Chongqing, China barat daya.
Mengantongi gelar sarjana dalam penerjemahan simultan, Conti fasih berbahasa Italia, Inggris, dan Mandarin.

"Saya telah tinggal di banyak kota di China, tapi Shanghai adalah favorit saya," kata Conti.
"Ini kota internasional yang beragam, serta memberikan kesempatan bagi semua orang untuk mengekspresikan diri."
Preferensi Conti terhadap Shanghai mendorongnya untuk menetap di Shanghai dan memulai bisnisnya sendiri.

Sebagai vlogger makanan Italia dan pengusaha yang berbasis di Shanghai, Conti percaya bahwa keterbukaan dan inklusivitas Shanghai menjadi katalis bagi pengusaha muda.
"Mendirikan perusahaan di sini sangat mudah. Dari pendaftaran hingga penerbitan izin usaha, efisiensinya luar biasa," ujar Conti. "Saya ingin membangun keluarga dan masa depan saya di sini."
Suka(558)
Artikel Terkait
- SPPG Polres Madiun sajikan pecel bergizi untuk warga dan pelajar
- Polda Kepri periksa tujuh ABK Kapal Shing Xing dalam dugaan TPPO
- Jangan sepelekan campak, pahami gejala hingga pencegahan yang tepat
- KPK: OTT Bupati Ponorogo terkait mutasi dan rotasi jabatan
- BGN izinkan kembali operasional SPPG Sungai Lakam
- Nasib perempuan Gaza dua tahun sejak konflik pecah
- Menteri PPPA prioritaskan perlindungan anak dalam insiden di SMAN 72
- BPOM respon sirop obat dari India diduga ber
- Ini kata SPPG Meruya Selatan terkait asal menu beracun pada MBG
- Jangan sepelekan campak, pahami gejala hingga pencegahan yang tepat
Resep Populer
Rekomendasi

Dari Qatar ke Cinere, Brian pilih memasak MBG demi senyum anak

56 UMKM di Jakbar ikuti pelatihan komoditi makanan

PBB dan mitranya tingkatkan respons pascagempa di Afghanistan

BGN hentikan operasional SPPG Kota Soe 1 NTT imbas keracunan MBG

Tokopedia dan TikTok Shop komitmen dorong pertumbuhan ekonomi digital

Kuliner khas mancanegara pikat pengunjung di ajang CIIE kedelapan

368 siswa SDN 5 Mataram terima MBG

Menteri PU tinjau pembangunan floodway atasi banjir di Medan