Lokasi saat ini:BetFoodie Lidah Indonesia > Resep Pembaca
Ahli gizi sarankan konsumsi MBG maksimal dua jam setelah dibagikan
BetFoodie Lidah Indonesia2026-03-04 15:11:49【Resep Pembaca】574 orang sudah membaca
PerkenalanTim ahli gizi SPPG Polda Kepulauan Babel melakukan pemorsian MBG di Pangkalpinang. ANTARA/Antara Bab

Jakarta (ANTARA) - Guru Besar Departemen Gizi Masyarakat Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) Institut Pertanian Bogor (IPB) Budi Setiawan menyarankan penerima manfaat Makan Bergizi Gratis (MBG) segera mengkonsumsi makanan maksimal dua jam setelah dibagikan.
"Jadi, makanan itu idealnya dimakan ngak lebih dari dua jam setelah dimasak, kalau memang kudapannya digoreng, itu juga harus dibatasi agar ngak dimakan siswa lebih dari empat jam," katanya dalam siniar Badan Gizi Nasional (BGN) yang diikuti di Jakarta, Rabu.
Baca juga: Wamen Isyana apresiasi SPPG libatkan ahli gizi identifikasi alergen
Budi memahami bahwa Program MBG baru pertama kali berjalan di Indonesia, sehingga baik pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) maupun katering masih melakukan penyesuaian-penyesuaian tertentu.
"Ini karena pertama kali di Indonesia, jadi dunia kuliner dan gizi itu kan baru pertama kali membuat makanan dengan kapasitas 3.000-4000 setiap hari, jadi, katering komersial juga mungkin belum pernah punya pengalaman itu," ujar dia.
Budi menekankan pentingnya pelatihan keamanan pangan bagi petugas SPPG agar mampu mengelola distribusi MBG dengan lebih baik.
Baca juga: Pakar BGN paparkan sejumlah peran ahli gizi dalam Program MBG
Baca juga: Gubernur Kepri ingatkan ahli gizi SPPG kontrol ketat pengolahan MBG
"Jadi perlu dilakukan pelatihan, khususnya keamanan pangan. Ada beberapa informasi di SPPG itu saat memasak butuh waktu yang lama, pemorsian di holding-nya juga terlewati waktunya, kemudian waktu pengantarannya juga, sehingga ada risiko bahwa makanan itu dikonsumsi terlalu lama, ini perlu jadi kritik bagi BGN," tuturnya.
Hingga November 2025, jumlah penerima manfaat MBG di Indonesia telah mencapai lebih dari 40 juta orang, dengan jumlah SPPG yang telah beroperasi lebih dari 13 ribu unit.
Suka(75913)
Artikel Terkait
- Unsri lakukan diseminasi teknologi pengemasan produk olahan ikan
- Rendang, alasan HYDE balik lagi untuk konser di Jakarta!
- Harga emas UBS
- Ketua PWI Pusat ingatkan wartawan terapkan kode etik dalam pemberitaan
- Wabup Lambar ingatkan SPPG penuhi standar bangunan dapur MBG
- Pameran tunggal Nyoman Bratayasa, hadirkan patung berusia dua abad
- Ribuan ton bantuan terkumpul dari perlintasan Gaza sejak 10 Oktober
- Serial Zomvivor Thailand tayang di Netflix, tambah wakil Asia Tenggara
- BNPB utamakan perbaikan tanggul jebol di Bekasi, cegah banjir susulan
- Menkomdigi ungkap ada gim online yang disusupi jaringan teroris
Resep Populer
Rekomendasi

Pemkab Jayapura perkuat mutu dan keamanan pangan di dapur MBG

Komisi VIII: Perjuangkan fasilitas layak untuk jemaah haji Indonesia

Seluruh siswa Saptosari DIY sehat kembali usai keluhan hidangan MBG

BGN: Baru10 SPPG di Lebak memiliki SLHS, ditunggu akhir November

Pemkab Manggarai Barat mendorong keamanan pangan dalam program MBG

Dinkes Jabar sebut korban keracunan MBG di KBB sudah tertangani

Komisi VIII: Perjuangkan fasilitas layak untuk jemaah haji Indonesia

Wakil Ketua DPRD Bogor salurkan bantuan untuk korban longsor Bondongan