Lokasi saat ini:BetFoodie Lidah Indonesia > Tempat Makan
Misi dagang sektor rempah bukukan transaksi Rp239,4 miliar di Belanda
BetFoodie Lidah Indonesia2026-03-04 12:21:42【Tempat Makan】993 orang sudah membaca
PerkenalanDirektur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Fajarini Puntodewi menghadiri

Jakarta (ANTARA) - Misi dagang Kementerian Perdagangan RI bertajuk "Where Spices Tell Stories" ke Belanda pada 29 Oktober-1 November 2025 mencatatkan potensi transaksi senilai 14,6 juta dolar AS atau sekitar Rp239,4 miliar.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Fajarini Puntodewi mengangakan keberhasilan tersebut memberi sinyal positif bagi peningkatan ekspor sektor rempah dan bumbu Indonesia. Capaian itu juga merefleksikan tingginya minat pasar Eropa terhadap produk rempah dan bumbu Nusantara.
"Importir Eropa menilai produk rempah dan bumbu Indonesia memiliki keunggulan dari segi aroma dan kualitas. Produk kita juga berpotensi untuk memenuhi kebutuhan pasar pangan organik dan berkelanjutan yang sedang berkembang pesat di Eropa," ujar Puntodewi dalam keterangan di Jakarta, Rabu.
Adapun rempah dan bumbu yang paling diminati antara lain pala, lada putih, kunyit, jahe, serta bumbu makanan siap pakai.
Potensi transaksi dicapai melalui kegiatan forum bisnis dan penjajakan kerja sama bisnis (business matching) yang diselenggarakan di Indonesia House Amsterdam pada 30 Oktober 2025. Dalam forum ini, pelaku usaha Indonesia memperkenalkan produk unggulan mereka kepada pembeli asal Belanda, Prancis, dan Jerman.
Misi dagang diikuti sepuluh pelaku usaha Indonesia. Para peserta misi dagang mendapat kesempatan langsung menjajaki kerja sama dagang dengan mitra Eropa, serta memperluas jejaring distribusi di Belanda yang dikenal sebagai pintu gerbang perdagangan Eropa.
Selain forum bisnis, para peserta juga mengunjungi beberapa importir besar seperti Amboina, Nesia Food BV, Bina BV, dan INA Trading/Furnilux untuk mempelajari pola impor dan distribusi produk rempah di pasar Belanda.
Sebagai bagian dari rangkaian misi dagang tersebut, Kemendag menjalin pertemuan dengan Centre for the Promotion of Imports from Developing Countries(CBI) dan Netherlands Enterprise Agency (RVO) pada 31 Oktober 2025.
Pertemuan membahas penguatan kelembagaan ekspor, pengembangan produk, serta akses pasar bagi sektor pertanian dan perikanan.
Suka(32)
Artikel Terkait
- UI gelar sarasehan nasional bahas lingkungan dan kesehatan
- Asa yang tumbuh kembali di Sekolah Rakyat Makassar
- Raffi Ahmad apresiasi transformasi lapas di Nusakambangan
- Kapolda: 80 persen SPPG sudah terbentuk di Aceh, guna dukung MBG
- Jangan sepelekan campak, pahami gejala hingga pencegahan yang tepat
- Kemen PKP sebut pelaku UMKM salon hingga bengkel bisa manfaatkan KPP
- Pemkab Bantul pertemukan Kopdes dengan SPPG baru, dukung keberlanjutan
- Penelitian ungkap berpuasa ngak ganggu kemampuan berpikir seseorang
- KKP ungkap upaya atasi Cs
- Kemendikdasmen: Pelaksanaan TKA di Papua lancar
Resep Populer
Rekomendasi

SPPG Mabes Polri di Rejang Lebong Bengkulu jamin keamanan pangan MBG

Menengok suasana jelang pembukaan ajang CIIE ke

Kiat cerdas hemat biaya bulanan, manfaatkan gratis biaya admin

Kepala BPOM jelaskan potensi pengembangan ATMP ke mahasiswa Beijing

Wali Kota Kupang mendorong percepatan SLHS bagi SPPG

Program MBG di NTB serap 17.434 tenaga kerja, hidupi keluarga lokal

Celios dorong penguatan industri besi hingga mamin jaga ekspor RI

Mendagri: Beras peredam inflasi bukti kinerja positif seluruh pihak