Lokasi saat ini:BetFoodie Lidah Indonesia > Resep
Misi dagang sektor rempah bukukan transaksi Rp239,4 miliar di Belanda
BetFoodie Lidah Indonesia2026-03-04 13:49:06【Resep】377 orang sudah membaca
PerkenalanDirektur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Fajarini Puntodewi menghadiri

Jakarta (ANTARA) - Misi dagang Kementerian Perdagangan RI bertajuk "Where Spices Tell Stories" ke Belanda pada 29 Oktober-1 November 2025 mencatatkan potensi transaksi senilai 14,6 juta dolar AS atau sekitar Rp239,4 miliar.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Fajarini Puntodewi mengangakan keberhasilan tersebut memberi sinyal positif bagi peningkatan ekspor sektor rempah dan bumbu Indonesia. Capaian itu juga merefleksikan tingginya minat pasar Eropa terhadap produk rempah dan bumbu Nusantara.
"Importir Eropa menilai produk rempah dan bumbu Indonesia memiliki keunggulan dari segi aroma dan kualitas. Produk kita juga berpotensi untuk memenuhi kebutuhan pasar pangan organik dan berkelanjutan yang sedang berkembang pesat di Eropa," ujar Puntodewi dalam keterangan di Jakarta, Rabu.
Adapun rempah dan bumbu yang paling diminati antara lain pala, lada putih, kunyit, jahe, serta bumbu makanan siap pakai.
Potensi transaksi dicapai melalui kegiatan forum bisnis dan penjajakan kerja sama bisnis (business matching) yang diselenggarakan di Indonesia House Amsterdam pada 30 Oktober 2025. Dalam forum ini, pelaku usaha Indonesia memperkenalkan produk unggulan mereka kepada pembeli asal Belanda, Prancis, dan Jerman.
Misi dagang diikuti sepuluh pelaku usaha Indonesia. Para peserta misi dagang mendapat kesempatan langsung menjajaki kerja sama dagang dengan mitra Eropa, serta memperluas jejaring distribusi di Belanda yang dikenal sebagai pintu gerbang perdagangan Eropa.
Selain forum bisnis, para peserta juga mengunjungi beberapa importir besar seperti Amboina, Nesia Food BV, Bina BV, dan INA Trading/Furnilux untuk mempelajari pola impor dan distribusi produk rempah di pasar Belanda.
Sebagai bagian dari rangkaian misi dagang tersebut, Kemendag menjalin pertemuan dengan Centre for the Promotion of Imports from Developing Countries(CBI) dan Netherlands Enterprise Agency (RVO) pada 31 Oktober 2025.
Pertemuan membahas penguatan kelembagaan ekspor, pengembangan produk, serta akses pasar bagi sektor pertanian dan perikanan.
Suka(51218)
Artikel Terkait
- HMI: MBG bisa hadirkan generasi sehat dan berdaulat
- Langkah strategis lindungi warisan budaya dari klaim negara tetangga
- BGN perkuat kapasitas penjamah pangan tingkatkan kualitas MBG
- Berikut 6 tanaman herbal untuk jaga daya tahan tubuh
- Suasana ceria di SMPN 2 Maos saat Makan Bergizi Gratis tiba
- Anggota Komisi XIII DPR RI dorong penguatan pengawasan industri AMDK
- Malaysia apresiasi ketertarikan Selandia Baru gabung Dewan Halal ASEAN
- Wamenkum minta aturan soal industri tembakau disusun ekstra hati
- Polri gelar tanam jagung kuartal IV guna dukung swasembada pangan
- Kaya antioksidan, ini 8 manfaat black garlic bagi kesehatan tubuh
Resep Populer
Rekomendasi

Tips aman dan nyaman menonton konser

NasDem gelar program kesehatan masyarakat demi cipngakan SDM sehat

KBRI Beijing sambut 700 mahasiswa baru RI: "Kalian jembatan RI

Waspadai akrilamida, zat berbahaya pemicu kanker di makanan harian

Kementerian HAM pastikan pemulihan korban ledakan di SMAN 72 Jakarta

BGN targetkan "zero" kasus dalam Program MBG dengan sejumlah inovasi

Dinkes Kota Malang: Penerbitan SLHS memperhatikan sejumlah indikator

Langkah strategis lindungi warisan budaya dari klaim negara tetangga