Lokasi saat ini:BetFoodie Lidah Indonesia > Sehat
Ahli gizi sarankan konsumsi MBG maksimal dua jam setelah dibagikan
BetFoodie Lidah Indonesia2026-07-04 03:54:42【Sehat】801 orang sudah membaca
PerkenalanTim ahli gizi SPPG Polda Kepulauan Babel melakukan pemorsian MBG di Pangkalpinang. ANTARA/Antara Bab

Jakarta (ANTARA) - Guru Besar Departemen Gizi Masyarakat Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) Institut Pertanian Bogor (IPB) Budi Setiawan menyarankan penerima manfaat Makan Bergizi Gratis (MBG) segera mengkonsumsi makanan maksimal dua jam setelah dibagikan.
"Jadi, makanan itu idealnya dimakan ngak lebih dari dua jam setelah dimasak, kalau memang kudapannya digoreng, itu juga harus dibatasi agar ngak dimakan siswa lebih dari empat jam," katanya dalam siniar Badan Gizi Nasional (BGN) yang diikuti di Jakarta, Rabu.
Baca juga: Wamen Isyana apresiasi SPPG libatkan ahli gizi identifikasi alergen
Budi memahami bahwa Program MBG baru pertama kali berjalan di Indonesia, sehingga baik pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) maupun katering masih melakukan penyesuaian-penyesuaian tertentu.
"Ini karena pertama kali di Indonesia, jadi dunia kuliner dan gizi itu kan baru pertama kali membuat makanan dengan kapasitas 3.000-4000 setiap hari, jadi, katering komersial juga mungkin belum pernah punya pengalaman itu," ujar dia.
Budi menekankan pentingnya pelatihan keamanan pangan bagi petugas SPPG agar mampu mengelola distribusi MBG dengan lebih baik.
Baca juga: Pakar BGN paparkan sejumlah peran ahli gizi dalam Program MBG
Baca juga: Gubernur Kepri ingatkan ahli gizi SPPG kontrol ketat pengolahan MBG
"Jadi perlu dilakukan pelatihan, khususnya keamanan pangan. Ada beberapa informasi di SPPG itu saat memasak butuh waktu yang lama, pemorsian di holding-nya juga terlewati waktunya, kemudian waktu pengantarannya juga, sehingga ada risiko bahwa makanan itu dikonsumsi terlalu lama, ini perlu jadi kritik bagi BGN," tuturnya.
Hingga November 2025, jumlah penerima manfaat MBG di Indonesia telah mencapai lebih dari 40 juta orang, dengan jumlah SPPG yang telah beroperasi lebih dari 13 ribu unit.
Suka(4167)
Artikel Terkait
- Joyland Sessions digelar November, ada L'Impératrice hingga TV Girl
- Diabetes jadi penyebab perlemakan hati pemicu kanker hati
- Hari Pangan Sedunia, bergandengan tangan membangun pangan
- Hujan di Jakarta mengandung mikroplastik, BRIN ingatkan polusi langit
- Berbagai produk terbaru debut di ajang CIIE kedelapan di Shanghai
- Dinkes Sumsel temukan 390.354 kasus ISPA hingga September 2025
- Diabetes jadi penyebab perlemakan hati pemicu kanker hati
- Bank bjb perkuat peran dalam akselerasi investasi di Jawa Barat
- Keracunan menu MBG, Jakbar periksa keterlibatan produk UMKM
- Natasha Wilona cerita cara tetap positif saat kulit wajah “breakout
Resep Populer
Rekomendasi

Kiat menghindari penyakit semasa banjir

Perjanjian Australia–PNG buka peluang kerja sama dengan Indonesia

Pemkot Kediri periksa SPPG untuk penerbitan SLHS

Survei Indostrategi setahun Prabowo ungkap PKG dapat skor tertinggi

BPKP sebut pengawasan program MBG harus dari hulu ke hilir

Promo SPayLater bayar QRIS, nikmati diskon hemat Serba Seribu

Hari Pangan Sedunia, bergandengan tangan membangun pangan

Wapres Gibran semangati siswa Ternate jadi generasi tangguh