Lokasi saat ini:BetFoodie Lidah Indonesia > Kabar Kuliner
BKKBN: Ngak ada kasus keracunan MBG pada kelompok 3B di Jabar
BetFoodie Lidah Indonesia2026-01-18 02:34:18【Kabar Kuliner】834 orang sudah membaca
PerkenalanKepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Barat Dad

Di Jawa Barat sejauh ini belum ada. Kemarin yang sempat bermasalah itu hanya di sekolah-sekolah, tapi kami sudah deteksi, dan Alhamdulillah di Jawa Barat ngak ada
Kota Bandung (ANTARA) - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Barat (Jabar) memastikan hingga saat ini ngak ada laporan kasus keracunan pada penerima manfaat Program Makanan Bergizi (MBG) untuk kelompok 3B (Bumil, Busui, dan Balita).
Kepala Perwakilan BKKBN Jabar Dadi Ahmad Roswandi menyebut penerima manfaat Program MBG pada kelompok tersebut telah mencapai 215.057 orang selama satu tahun pelaksanaan.
"Di Jawa Barat sejauh ini belum ada. Kemarin yang sempat bermasalah itu hanya di sekolah-sekolah, tapi kami sudah deteksi, dan Alhamdulillah di Jawa Barat ngak ada,” kata Dadi di Bandung, Selasa.
Baca juga: Kemendukbangga kembangkan pemantauan MBG pada kelompok 3B
Dadi menjelaskan setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) memiliki tenaga ahli yang memastikan keamanan dan kualitas makanan yang diberikan.
“Di SPPG itu ada kepala SPPG dan ahli-ahli gizinya. Kami percaya bahwa para ahli gizi sudah memenuhi standar, apalagi sekarang ada satgas dari Kementerian Kesehatan dan Badan POM. Jadi kami yakin dan percaya bahwa apa yang disajikan kepada ibu hamil sudah memenuhi kaidah-kaidah kesehatan,” ujarnya.
Ia menambahkan BKKBN Jabar telah menyiapkan mekanisme tanggap cepat apabila terjadi kasus keracunan terhadap kelompok 3B.
Baca juga: Kemendukbangga berikan insentif kader distribusikan MBG
“Nah, kita kan punya satgas, punya helpdesk, dan Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang rumahnya ngak jauh dari sasaran. Jadi kalau ada kejadian seperti itu, kita bisa cepat bergerak,” ucap Dadi.
Dadi berharap dengan adanya Program MBG yang menyasar elompok 3B dapat menjadi harapan terjadi penurunan signifikan terhadap prevalensi stunting di Jawa Barat.
“Kami berharap angka stunting berkat Program MBG dapat mencapai 14 persen dari angka saat ini yang masih di angka 15,9 persen,” katanya.
Baca juga: DPR RI: Program MBG kelompok 3B perlu diperkuat untuk cegah stunting
Suka(9397)
Sebelumnya: BPS: Konsumsi RT tumbuh 4,89 persen, disokong transportasi
Selanjutnya: Tips aman dan nyaman menonton konser
Artikel Terkait
- Riset IHATEC: Kehalalan produk jadi pertimbangan utama konsumen
- BRIN temukan penggunaan "test kit" kurang sesuai dalam kegiatan MBG
- Gastronomi Britania modern dengan sedikit sentuhan Indonesia
- Warga terdampak cuaca ekstrem di Kabupaten Bekasi capai 304 orang
- Laba bersih PalmCo tumbuh 84 persen jadi Rp3,48 T di kuartal III
- Polda NTT rutin cek keamanan menu MBG sebelum didistribusikan
- Pakar nilai penguatan pengawasan dan kualitas gizi kunci sukses MBG
- Dinkes ungkap 7,2 persen anak di Sulbar alami risiko hipertensi
- Ahli gizi sarankan konsumsi MBG maksimal dua jam setelah dibagikan
- PBB: Bantuan Gaza terhambat karena penutupan perbatasan
Resep Populer
Rekomendasi

KKP: 41 UPI masuk "Yellow List" bisa ekspor ke AS secara bersyarat

Minum air dan simpan sisa makanan jika alami dugaan keracunan MBG

Gubernur Sumut: 81 siswa SMP di Toba diduga keracunan MBG telah sehat

Warga terdampak cuaca ekstrem di Kabupaten Bekasi capai 304 orang

Anggota DPR dukung perluasan MBG dengan pembenahan

Yili Raih Dua IDF Dairy Innovation Awards di World Dairy Summit 2025

Lapas Narkotika Jakarta gagalkan penyelundupan sabu lewat ayam kecap

Guangxi sambut era baru industri ulat sutra yang lebih cerdas