Lokasi saat ini:BetFoodie Lidah Indonesia > Resep Pembaca
Misi dagang sektor rempah bukukan transaksi Rp239,4 miliar di Belanda
BetFoodie Lidah Indonesia2026-01-17 21:54:28【Resep Pembaca】772 orang sudah membaca
PerkenalanDirektur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Fajarini Puntodewi menghadiri

Jakarta (ANTARA) - Misi dagang Kementerian Perdagangan RI bertajuk "Where Spices Tell Stories" ke Belanda pada 29 Oktober-1 November 2025 mencatatkan potensi transaksi senilai 14,6 juta dolar AS atau sekitar Rp239,4 miliar.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Fajarini Puntodewi mengangakan keberhasilan tersebut memberi sinyal positif bagi peningkatan ekspor sektor rempah dan bumbu Indonesia. Capaian itu juga merefleksikan tingginya minat pasar Eropa terhadap produk rempah dan bumbu Nusantara.
"Importir Eropa menilai produk rempah dan bumbu Indonesia memiliki keunggulan dari segi aroma dan kualitas. Produk kita juga berpotensi untuk memenuhi kebutuhan pasar pangan organik dan berkelanjutan yang sedang berkembang pesat di Eropa," ujar Puntodewi dalam keterangan di Jakarta, Rabu.
Adapun rempah dan bumbu yang paling diminati antara lain pala, lada putih, kunyit, jahe, serta bumbu makanan siap pakai.
Potensi transaksi dicapai melalui kegiatan forum bisnis dan penjajakan kerja sama bisnis (business matching) yang diselenggarakan di Indonesia House Amsterdam pada 30 Oktober 2025. Dalam forum ini, pelaku usaha Indonesia memperkenalkan produk unggulan mereka kepada pembeli asal Belanda, Prancis, dan Jerman.
Misi dagang diikuti sepuluh pelaku usaha Indonesia. Para peserta misi dagang mendapat kesempatan langsung menjajaki kerja sama dagang dengan mitra Eropa, serta memperluas jejaring distribusi di Belanda yang dikenal sebagai pintu gerbang perdagangan Eropa.
Selain forum bisnis, para peserta juga mengunjungi beberapa importir besar seperti Amboina, Nesia Food BV, Bina BV, dan INA Trading/Furnilux untuk mempelajari pola impor dan distribusi produk rempah di pasar Belanda.
Sebagai bagian dari rangkaian misi dagang tersebut, Kemendag menjalin pertemuan dengan Centre for the Promotion of Imports from Developing Countries(CBI) dan Netherlands Enterprise Agency (RVO) pada 31 Oktober 2025.
Pertemuan membahas penguatan kelembagaan ekspor, pengembangan produk, serta akses pasar bagi sektor pertanian dan perikanan.
Suka(765)
Sebelumnya: Kenapa lobster air tawar mudah mati? Ini penyebab dan pencegahannya
Selanjutnya: Ini kronologi lengkap temuan
Artikel Terkait
- Wamen Kabinet Merah Putih dukung ajang JMFW 2026
- Guru SDN di Boalemo Gorontalo ungkap tantangan hadapi siswa dalam MBG
- Gula pasir bukan satu
- Jangan abaikan, tubuh beri sejumlah sinyal ketika kekurangan zat besi
- BGN izinkan kembali operasional SPPG Sungai Lakam
- Pakar IPB paparkan nutrisi susu untuk tingkatkan gizi pada Program MBG
- Ekonom: Rencana penurunan PPN bisa dongkrak daya beli dan sektor riil
- SPPG HST Kalsel terapkan lima langkah cegah keracunan MBG
- China terus awasi produk bahari dari Jepang setelah keran impor dibuka
- Korban meninggal akibat hujan lebat di Meksiko bertambah jadi 44 orang
Resep Populer
Rekomendasi

Ahli gizi sarankan konsumsi MBG maksimal dua jam setelah dibagikan

Kemenkes gelar program PENARI 27 Oktober 2025 secara serenngak

Dokter sebut diet tanpa mengonsumsi karbohidrat itu salah

Dapur SPPG MBG Polres Blora layani 2.515 penerima manfaat

Menengok suasana jelang pembukaan ajang CIIE ke

Pemkab Jayapura: Program MBG harus menjangkau semua masyarakat

KBRI Yangon apresiasi kemenangan Garuda Pertiwi atas Makau

Satgas MBG Banyuasin pastikan menu sesuai dengan kebutuhan gizi