Lokasi saat ini:BetFoodie Lidah Indonesia > Sehat
Misi dagang sektor rempah bukukan transaksi Rp239,4 miliar di Belanda
BetFoodie Lidah Indonesia2026-03-15 14:03:53【Sehat】883 orang sudah membaca
PerkenalanDirektur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Fajarini Puntodewi menghadiri

Jakarta (ANTARA) - Misi dagang Kementerian Perdagangan RI bertajuk "Where Spices Tell Stories" ke Belanda pada 29 Oktober-1 November 2025 mencatatkan potensi transaksi senilai 14,6 juta dolar AS atau sekitar Rp239,4 miliar.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Fajarini Puntodewi mengangakan keberhasilan tersebut memberi sinyal positif bagi peningkatan ekspor sektor rempah dan bumbu Indonesia. Capaian itu juga merefleksikan tingginya minat pasar Eropa terhadap produk rempah dan bumbu Nusantara.
"Importir Eropa menilai produk rempah dan bumbu Indonesia memiliki keunggulan dari segi aroma dan kualitas. Produk kita juga berpotensi untuk memenuhi kebutuhan pasar pangan organik dan berkelanjutan yang sedang berkembang pesat di Eropa," ujar Puntodewi dalam keterangan di Jakarta, Rabu.
Adapun rempah dan bumbu yang paling diminati antara lain pala, lada putih, kunyit, jahe, serta bumbu makanan siap pakai.
Potensi transaksi dicapai melalui kegiatan forum bisnis dan penjajakan kerja sama bisnis (business matching) yang diselenggarakan di Indonesia House Amsterdam pada 30 Oktober 2025. Dalam forum ini, pelaku usaha Indonesia memperkenalkan produk unggulan mereka kepada pembeli asal Belanda, Prancis, dan Jerman.
Misi dagang diikuti sepuluh pelaku usaha Indonesia. Para peserta misi dagang mendapat kesempatan langsung menjajaki kerja sama dagang dengan mitra Eropa, serta memperluas jejaring distribusi di Belanda yang dikenal sebagai pintu gerbang perdagangan Eropa.
Selain forum bisnis, para peserta juga mengunjungi beberapa importir besar seperti Amboina, Nesia Food BV, Bina BV, dan INA Trading/Furnilux untuk mempelajari pola impor dan distribusi produk rempah di pasar Belanda.
Sebagai bagian dari rangkaian misi dagang tersebut, Kemendag menjalin pertemuan dengan Centre for the Promotion of Imports from Developing Countries(CBI) dan Netherlands Enterprise Agency (RVO) pada 31 Oktober 2025.
Pertemuan membahas penguatan kelembagaan ekspor, pengembangan produk, serta akses pasar bagi sektor pertanian dan perikanan.
Suka(5)
Artikel Terkait
- 368 siswa SDN 5 Mataram terima MBG
- 526 rumah di Pandeglang terdampak banjir luapan sungai Ciliman
- Kondisi Pelabuhan Tanjung Perak usai kedatangan kontainer Cs
- CORE: Jelang Natal, pasokan
- Ini kata SPPG Meruya Selatan terkait asal menu beracun pada MBG
- Dari dapur saat fajar, ke meja belajar
- BI Jatim: Penguatan investasi manufaktur kunci pertumbuhan ekonomi
- KLH ungkap kondisi Tanjung Perak usai kedatangan kontainer Cs
- Kapolda: 80 persen SPPG sudah terbentuk di Aceh, guna dukung MBG
- BNPB utamakan perbaikan tanggul jebol di Bekasi, cegah banjir susulan
Resep Populer
Rekomendasi

DPRD Banjarmasin desak SPPG tingkatkan higienitas cegah keracunan MBG

Kondisi Pelabuhan Tanjung Perak usai kedatangan kontainer Cs

Pemkab Jayapura perkuat mutu dan keamanan pangan di dapur MBG

Keracunan menu MBG, Jakbar periksa keterlibatan produk UMKM

Gratis PPN rumah, bisnis properti diperkirakan semakin baik

SPPG Sawahlunto awasi ketat proses cuci ompreng MBG secara berlapis

Kemendikdasmen: Pelaksanaan TKA di Papua lancar

Dari Jakarta ke Belem, langkah panjang Indonesia tuk aksi nyata COP30