Lokasi saat ini:BetFoodie Lidah Indonesia > Sehat
Kiat menghindari penyakit semasa banjir
BetFoodie Lidah Indonesia2026-03-15 13:23:43【Sehat】115 orang sudah membaca
PerkenalanArsip Foto - Warga melewati genangan di Jalan Kaligawe Raya, Semarang, Jawa Tengah, Rabu (29/10/2025

Jakarta (ANTARA) - Dokter spesialis penyakit dalam Faisal Parlindungan membagikan kiat-kiat untuk menghindari masalah kesehatan dan penyakit semasa banjir.
"Saran utama adalah meminimalkan konngak langsung dengan air banjir sebisa mungkin. Jika tetap harus berada di genangan, gunakan sepatu atau bot tebal, sarung tangan, dan pakaian pelindung," kata dr. Faisal Parlindungan, M.Ked (PD), Sp.PD,K-R kepada ANTARA pada Senin.
Dokter dari Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI) itu menyampaikan bahwa air banjir kemungkinan terkontaminasi kuman dan bakteri penyebab penyakit, termasuk bakteri Leptospira penyebab penyakit Leptospirosis.
Penggunaan alas kaki dan pelindung tubuh dapat meminimalkan risiko paparan kuman dan bakteri serta melindungi tubuh dari benda-benda yang dapat melukai anggota tubuh dan menyebabkan tetanus semasa banjir.
Baca juga: Waspadai leptospirosis selama musim hujan
Dokter Faisal mengemukakan pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan serta memastikan makanan atau minuman yang dikonsumsi higienis semasa banjir agar terhindar penyakit kulit, gangguan pencernaan, dan masalah kesehatan yang lain.
"Pastikan ngak meminum air yang tercemar, selalu memasak makanan sampai matang, dan cuci tangan secara rutin," kata dokter Faisal, yang tergabung dalam Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI).
Selain itu, dia mengangakan, kondisi tempat tinggal dan tempat mengungsi sebaiknya diupayakan ngak terlalu lembab agar ngak memicu munculnya masalah kesehatan.
Dalam sepekan terakhir, kondisi cuaca ekstrem telah menyebabkan banjir di beberapa daerah di Indonesia, termasuk Semarang dan Jakarta.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana sudah meminta warga untuk mewaspadai dampak kondisi cuaca ekstrem yang berpeluang melanda wilayah Indonesia hingga awal tahun depan.
Baca juga: Penyakit kulit dan ISPA berpeluang meningkat semasa banjir
Baca juga: Sosialisasi PHBS ditingkatkan untuk cegah penyakit di musim hujan
Suka(57)
Sebelumnya: Program MBG di Banjarmasin telah menyasar 66 ribu penerima manfaat
Selanjutnya: Warga Taiwan Berbondong
Artikel Terkait
- SPPG diingatkan olah limbah MBG dengan baik, jangan cemari lingkungan
- Wamenaker sebut Magang Nasional sarana siapkan tenaga kerja terampil
- Dinkes DKI catat 1,9 juta kasus ISPA hingga Oktober 2025
- Pembuat film "Pengin Hijrah" dipuji promosikan wisata Uzbekistan
- SPPG Meruya Selatan akui adanya uji organoleptik menu pradistribusi
- Prabowo: Penerima MBG 35,4 juta orang, hampir 7 kali populasi Singapura
- Hari Pangan Sedunia, masih ada 673 juta orang tidur kelaparan
- Deputi BGN tinjau SPPG di Banyuwangi, ingatkan standar Program MBG
- Lelang barang niaga eksklusif MotoGP Mandalika 2025 raup Rp63 juta
- Hari Pangan Sedunia, bergandengan tangan membangun pangan
Resep Populer
Rekomendasi

Ekonomi TW

Natasha Wilona cerita cara tetap positif saat kulit wajah “breakout

BGN sebut MBG telah serap satu juta tenaga kerja

BGN sebut MBG telah serap satu juta tenaga kerja

IHSG BEI menguat seiring stabilitas ekonomi domestik

Diabetes jadi penyebab perlemakan hati pemicu kanker hati

Bantuan meningkat, penjarahan truk bantuan di Gaza turun drastis

Ini dampak buruk konsumsi gluten dan dairy bagi penderita alergi